Diriku masih berlayar. ketika semua teman-teman sebaya ku sudah mendapatkan pijakan kaki yang kuat untuk hidupnya selepas lulus SMA. diriku masih saja berlayar, aku mendayung, menerabas, menghantam segala ombak hidup. sedemikian itu adalah tantangan bagiku. dan berarti diriku haruslah kuat, haruslah tangguh. seorang kesatria haruslah dapat memperjuangkan apa yang menjadi tujuannya. memperjuangkan mimpi mimpinya, memperjuangkan cita-citanya untuk menjadi kenyataan.
diriku sadar betul atas semua ini. aku harus pandai bekerja dan kemudian menabung. untuk biaya kuliah sendiri. mandiri. aku harus belajar mandiri sejak dini.
Laki-laki seorang mahluk ciptaan Tuhan yang mana diberi amanah yang vukup besar, "tanggung jawab" namanya. dia punya segemgam tujuan besar dalam hidupnya. itulah kesatria.
Hei, Tetap Semangat. kau ini ksatria. sebut saja kau sebagai ksatria yang punya senjata pedang, yang siap menghunus lawanya, lawan yg mencoba menghalangi segala tujuanmu.
sekali lagi, kau masih berlayar. merantau. mencari penghidupan baru, pergaulan baru dan ilmu. merantau untuk keberhasilan diri. Amin. aku yakin dengan diriku sendiri. aku bisa sukses. dengan segal Doa, Usaha, dan Ridlo dari Orang Tua dan Gusti Allah...
Hati-Hati Dijalan
sampai Jumpa Di Masa Depan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
