Unordered List

Perfect World Online Spear Thingy
Belajar menjadi seorang Ayah dari sekarang, karena tidak ada sekolah Ayah di dunia ini!

Sabtu, 22 Maret 2014

simpankanlah dia untukku


12 Maret 2014 pukul 13:19
ketika aku mencoba mengingat-ingat,ingin rasanya aku tertawa
mengingat masa lalu yang tak jelas alur ceritanya aku dengan mu.
hemmbb, betapa naifnya aku,,, yang sudah percaya diri akan kebersamaan ku denganmu, kita.

mencoba untuk lebih jauh melihat pandangan kedepan.
ada bnyak ke inginanku bersama mu.
mengukir cerita kita.
menghiasi dengan cerita suka duka, bahagia, kesal, canda, tawa bahkan kecewa.

dan kali ini tak sengaja diriku kembali mengingatmu.
atau lebih tepatnya mengangankan dirimu.

mulai dari smp, bermain bersamam mencoba untuk lebih dekat.
main kucing2an, intro-intronan, lirik2an senyum2an. hahah.
pulang sekolah menunggu di gerbang, sejank menunggumu menyeberang sambil sesekali menggodamu.
membuat kau merasa bahagia itu adalah hal yang sulit waktu itu, dan tak jarang maaf, aku sering mengecewakanmu,...

dan untuk sekarang , kita sudah duduk dikursi aliyah menikmati masa2 sma
kebrsamaan kita masih dibatasi.
dan kita harus menjaga batas2 kita masing2.
disaat ku mencoba untuk lebih akrab dengan mu, jujur rasanya masih canggung.
belum pantas diriku. dan belum tentu kau mau memainkan sesuatu yg bukan sandiwara dngan ku.

smp, sma, akan kita lalui bersama.
tinggal nanti bagaimana akhir dari segalanya.

bagaimana kita membuat kerangka ceritanya ?
tinggal bagaimana kita mengisi tiap2 kerangka kisah cerita kita ?
tinggal bagimana kita membuat alur cerita yang sesuai kita harapkan ?
dan tinggal bagimana cara kita mencoba meceritakanya ?

aku punya banyak keinginan denganmu, semoga saja ini benar2 terjadi.
aku harap kau menghargai apa yg kuinginkan.
Ya Allah, engkau maha bijaksana.
semua ada padamu Ya Allah.
Aku ingin sekali. dan ini yg aku putuskan  Ya Allah.
Ridloi lah. Ya Allah, aku tau dia bisa membahagiakan orang tuaku terutama ibuku. ibuku sngat senang padanya, dia juga ramah, sngat ramah aku yakin pasti dia mampu membuat ibuku tersenyum tiap hari.
dan  karna aku ingin membahagiakan orang tua ku Ya Allah, simpankanlah dia untuk ku . Bissmillahirrohmanirrohim , robbana atina fidunya hasana wafil akhiroti hasana , waqina adza bannar...


bunga edelweis, butuh pengorbanan
bunga edelweis, butuh pengorbanan

Selasa, 04 Maret 2014

Puisi di catatan facebook (juga)

perempuan itu ibaratnya pakaian bagi laki-laki,

12 Juni 2013 pukul 12:56 
 
perempuan itu ibaratnya pakaian bagi laki-laki, menghangatkan di musim hujan, meneduhkan di musim kemarau.

semoga kalian sadar,
ketika nafas hanya tinggal di teggorokan ingatkah kau,...
ingat pada bapak,
ingat pada ibu,
ingat pada adek,
ingat pada perempuan yang menghangatkan di musim hujan, meneduhkan di musim kemarau.

dan tentunya ingat pada-Nya, dia siapa yang pasti Gusti Allah,...

kita semua pasti mengalami mati,
tak butuh lama untuk membuktikan semua itu,
umur, umur yang sekian hari bertambah menambah  nominal usia
itu bohong
umur,setiap hari, hari mengurangi usia, mendekati mati,,,,,,,,,,,,

nafas telah berhenti, jantung tak bergerak, hanya menangis tak bersuara,..
mati, tinggal menunggu
tak bisa lari

kita pasti mengalami mati,,,,

sebelum semua itu terjadi, maksimalkanlah rasa kasih sayangmu pada orang yang kau ingat termasuk,perempuan yang menghangatkan di musim hujan, meneduhkan di musim kemarau. ,,,,,,,,,,,,,,,,


Allahu akbar



puisi di catatan facebook

mungkinkah

22 Juni 2013 pukul 14:17
 
aku masih ragu, untuk melangkah,
mengkinkah esok nanti, setelah llus aliyah.
aku bisa melanjutkan ke kuliah,,,,

aku ingin ada kesinambungan dalam menutut ilmuku,.
sama seperti yang lainya
tapi apa ?
mungkinkah aku yang ekonominya serba terdesak,, bisa kuliah,..
aku saat ini masih kelas 1 aliyah
mengapa mikirin itu ?

jelas sekali aku jarus mikirin itu
aku masih butuh belajar,,,

Puisi di antologi bersama "solo dalam puisi" (pawon)



Gadis Solo dan (puisi) surokarto

Jujur, baru setengah windu aku disini. Berdiam diri di tepi bantaran kali memanjang berderu selurus-arus. Aku bilang “baru” sebab aku masih ingin berlama-lama disini. Setelah lelah perjalanan naik-turun, berdesak-desakan, kutatap awan cinta. Kau sambut aku tepat di depanmu, menatapku, melapangkan pelukanmu setiba diriku. Tirtonadi-bengawan solo
| Baru setengah windu aku disini, berdiam diri lalu pergi. Setelah lelah meratapi air ditepian  kali. Walaupun “baru”, namun aku masih ingin berlama-lama disini. Menjemputmu (lagi) . menemanimu (lagi) ke pasar kembang, sebab rupiah-rupiah ini tak pantas kuberikan kecuali harus ku tukar dipasar kembang . sebab aku ingin mengajakmu ke balekambang dengan kembang rupa merah ,mawar.
| Setengah windu lagi, aku masih disini. Sebab aku masih ingin lagi bersamamu, menyusuri slamet riyadi dan tak ingin ke tirtonadi. Tempat dimana perjumpaan dan perpisahan kerap ku lalui , di tirtonadi. Aku hanya ingin disini, di purwosari, naik kereta ber-uap yang slalu ku tunggui klaksonnya. Sebab aku disitulah kita saling berani memadu kasih tanpa mengasihi  tanpa hiraukan bunyi klakson yang mencoba menghalangi.
| Setengah windu telah lewat, genap se-windu sudah aku bersamamu. Jangan  coba kau terka mana “Paragon” dan mana “Aston”. Sebab semua itu bayang-bayang. Dan kan ku jawab “keraton” . tempat cinta kita bersemi. Indah sekali. Kini dan dulu berbeda. Juga dengan cinta kita. Antara solo dan Surakarta. Aku cinta solo tapi juga cinta Surokarto antara potret tradisional solo dan bayang-bayang Surokarto. Tapi, sudahlah cinta. Banyak alur di cerita cinta kita tapi satu, Di manakah solo cerita cinta kita ?