12 Maret 2014 pukul 13:19
ketika aku mencoba mengingat-ingat,ingin rasanya aku tertawa
mengingat masa lalu yang tak jelas alur ceritanya aku dengan mu.
hemmbb, betapa naifnya aku,,, yang sudah percaya diri akan kebersamaan ku denganmu, kita.
mencoba untuk lebih jauh melihat pandangan kedepan.
ada bnyak ke inginanku bersama mu.
mengukir cerita kita.
menghiasi dengan cerita suka duka, bahagia, kesal, canda, tawa bahkan kecewa.
dan kali ini tak sengaja diriku kembali mengingatmu.
atau lebih tepatnya mengangankan dirimu.
mulai dari smp, bermain bersamam mencoba untuk lebih dekat.
main kucing2an, intro-intronan, lirik2an senyum2an. hahah.
pulang sekolah menunggu di gerbang, sejank menunggumu menyeberang sambil sesekali menggodamu.
membuat kau merasa bahagia itu adalah hal yang sulit waktu itu, dan tak jarang maaf, aku sering mengecewakanmu,...
dan untuk sekarang , kita sudah duduk dikursi aliyah menikmati masa2 sma
kebrsamaan kita masih dibatasi.
dan kita harus menjaga batas2 kita masing2.
disaat ku mencoba untuk lebih akrab dengan mu, jujur rasanya masih canggung.
belum pantas diriku. dan belum tentu kau mau memainkan sesuatu yg bukan sandiwara dngan ku.
smp, sma, akan kita lalui bersama.
tinggal nanti bagaimana akhir dari segalanya.
bagaimana kita membuat kerangka ceritanya ?
tinggal bagaimana kita mengisi tiap2 kerangka kisah cerita kita ?
tinggal bagimana kita membuat alur cerita yang sesuai kita harapkan ?
dan tinggal bagimana cara kita mencoba meceritakanya ?
aku punya banyak keinginan denganmu, semoga saja ini benar2 terjadi.
aku harap kau menghargai apa yg kuinginkan.
Ya Allah, engkau maha bijaksana.
semua ada padamu Ya Allah.
Aku ingin sekali. dan ini yg aku putuskan Ya Allah.
Ridloi lah. Ya Allah, aku tau dia bisa membahagiakan orang tuaku terutama ibuku. ibuku sngat senang padanya, dia juga ramah, sngat ramah aku yakin pasti dia mampu membuat ibuku tersenyum tiap hari.
dan karna aku ingin membahagiakan orang tua ku Ya Allah, simpankanlah dia untuk ku . Bissmillahirrohmanirrohim , robbana atina fidunya hasana wafil akhiroti hasana , waqina adza bannar...

mengingat masa lalu yang tak jelas alur ceritanya aku dengan mu.
hemmbb, betapa naifnya aku,,, yang sudah percaya diri akan kebersamaan ku denganmu, kita.
mencoba untuk lebih jauh melihat pandangan kedepan.
ada bnyak ke inginanku bersama mu.
mengukir cerita kita.
menghiasi dengan cerita suka duka, bahagia, kesal, canda, tawa bahkan kecewa.
dan kali ini tak sengaja diriku kembali mengingatmu.
atau lebih tepatnya mengangankan dirimu.
mulai dari smp, bermain bersamam mencoba untuk lebih dekat.
main kucing2an, intro-intronan, lirik2an senyum2an. hahah.
pulang sekolah menunggu di gerbang, sejank menunggumu menyeberang sambil sesekali menggodamu.
membuat kau merasa bahagia itu adalah hal yang sulit waktu itu, dan tak jarang maaf, aku sering mengecewakanmu,...
dan untuk sekarang , kita sudah duduk dikursi aliyah menikmati masa2 sma
kebrsamaan kita masih dibatasi.
dan kita harus menjaga batas2 kita masing2.
disaat ku mencoba untuk lebih akrab dengan mu, jujur rasanya masih canggung.
belum pantas diriku. dan belum tentu kau mau memainkan sesuatu yg bukan sandiwara dngan ku.
smp, sma, akan kita lalui bersama.
tinggal nanti bagaimana akhir dari segalanya.
bagaimana kita membuat kerangka ceritanya ?
tinggal bagaimana kita mengisi tiap2 kerangka kisah cerita kita ?
tinggal bagimana kita membuat alur cerita yang sesuai kita harapkan ?
dan tinggal bagimana cara kita mencoba meceritakanya ?
aku punya banyak keinginan denganmu, semoga saja ini benar2 terjadi.
aku harap kau menghargai apa yg kuinginkan.
Ya Allah, engkau maha bijaksana.
semua ada padamu Ya Allah.
Aku ingin sekali. dan ini yg aku putuskan Ya Allah.
Ridloi lah. Ya Allah, aku tau dia bisa membahagiakan orang tuaku terutama ibuku. ibuku sngat senang padanya, dia juga ramah, sngat ramah aku yakin pasti dia mampu membuat ibuku tersenyum tiap hari.
dan karna aku ingin membahagiakan orang tua ku Ya Allah, simpankanlah dia untuk ku . Bissmillahirrohmanirrohim , robbana atina fidunya hasana wafil akhiroti hasana , waqina adza bannar...

bunga edelweis, butuh pengorbanan

