Unordered List

Perfect World Online Spear Thingy
Belajar menjadi seorang Ayah dari sekarang, karena tidak ada sekolah Ayah di dunia ini!

Minggu, 03 Desember 2017

Purnama, Bulan Kedua

Ada yang datang dengan kelembutan hati dan jiwa. Ia datang membawa segumpal senyum dari hati yang suci. Aku menyambutnya sebagai angin pagi yang menyejukan relung hati. Pelan-pelan ia pergi namun juga kembali. Dialah purnama, bulan kedua.



1/Embun
Berlabuh di antara beberapa pucuk daun yang seakan terseok angin dan menanti untuk jatuh ke tanah.

2/Fajar
Tempat semuanya bermula namun juga akhir dari ketidakpastian (yang pasti). Menunggunya adalah harapan datangnya sinar baru dalam jejak kaki melangkah di kehidupan.

3/Senja
Tempatmu menyandarkan kisahmu, di ujung batas cakrawala. Kamu adalah senja yang paling indah ketika senyummu menyampaikan sebuah kebahagiaan hidup.

4/Purnama, Bulan Kedua
Kita atau hanya aku yang 'merasa' waktu tidak pernah terbagi ; pagi, siang, atau malam. Tapi waktu itu sendiri mempertemukan kita pada Purnama, Bulan Kedua.


Ya Muqollibal Qulub... Al-fatihah... 

Kamis, 02 November 2017

Delapan Purnama Terlewati

Delapan Purnama Terlewati

Bismillahirrohmanirrohim…
Senang rasanya bisa menyapa catatan maya ini. Kenapa delapan purnama? Ya, judul itu aku pilih bukan tanpa alasan. Delapan purnama. Itu artinya sudah delapan kali aku melewati purnama. Kalau kamu ingin tahu, delapan purnama itu terhitung sejak februari-november. Bukan waktu yang cepat sekaligus tiba-tiba. Delapan purnama adalah masaku terhenti dari segala keriuhan terbang*a* dalam sejarah duniaku. Atau barangkali bisa jadi adalah masa aku yang mulai bergerak keluar batas ketidakstabilanku. Entahlah. Yang jelas kali ini aku berniat untuk hidup kembali. Kembali berniat untuk selalu ingat dan taat pada Tuhanku setiap hari. Aku ingin kembali, dan saatnya kini aku berdiri kembali..

Terima kasih Allah, Terima kasih…
Alarm semesta itu benar-benar nyata.



Salam,
Aku yang mengasihi dan menyayangi Bapak, Ibu, dan adik..
Serta keluargaku..


Sabtu, 11 Februari 2017

Lepas


Setiap pagi, lepas kubermimpi, selalu ada dahaga
lepas kubermimpi, layang-layang harapan selalu ada
mengitari semesta, orang di sekitarku adalah orang-orang lain
hanya satu, sekian dari orang-orang kota blooming town
hanya kamu yang membangunkanku dari mimpi.

-fakir asmara-