Unordered List

Perfect World Online Spear Thingy
Belajar menjadi seorang Ayah dari sekarang, karena tidak ada sekolah Ayah di dunia ini!

Minggu, 03 Desember 2017

Purnama, Bulan Kedua

Ada yang datang dengan kelembutan hati dan jiwa. Ia datang membawa segumpal senyum dari hati yang suci. Aku menyambutnya sebagai angin pagi yang menyejukan relung hati. Pelan-pelan ia pergi namun juga kembali. Dialah purnama, bulan kedua.



1/Embun
Berlabuh di antara beberapa pucuk daun yang seakan terseok angin dan menanti untuk jatuh ke tanah.

2/Fajar
Tempat semuanya bermula namun juga akhir dari ketidakpastian (yang pasti). Menunggunya adalah harapan datangnya sinar baru dalam jejak kaki melangkah di kehidupan.

3/Senja
Tempatmu menyandarkan kisahmu, di ujung batas cakrawala. Kamu adalah senja yang paling indah ketika senyummu menyampaikan sebuah kebahagiaan hidup.

4/Purnama, Bulan Kedua
Kita atau hanya aku yang 'merasa' waktu tidak pernah terbagi ; pagi, siang, atau malam. Tapi waktu itu sendiri mempertemukan kita pada Purnama, Bulan Kedua.


Ya Muqollibal Qulub... Al-fatihah... 

0 komentar:

Posting Komentar