(Se)buah
Muqoddimah
"Scripta Manent Verba
Volant"
(apa yang diucapkan akan berlalu,
namun ihwal yang tertulis akan abadi)
***
***
"poken words fly away,
written words remain"
(Kata-kata yang terucap terbang bersama angin, namun kata-kata yang tertulis tetap)
(Kata-kata yang terucap terbang bersama angin, namun kata-kata yang tertulis tetap)
***
“Orang boleh pandai setinggi
langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan
dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
(Pramoedya Ananta Toer)
(Pramoedya Ananta Toer)
***
"cogito ergo sum"
(aku berpikir karena itu aku ada-Rene Descartes)
(aku berpikir karena itu aku ada-Rene Descartes)
***
"scribo ergo sum"
(aku menghasilkan tulisan karena itu aku ada- Robert Scholes)
(aku menghasilkan tulisan karena itu aku ada- Robert Scholes)
***
“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
(Imam Ali bin Abi Thalib, R.A.)
***
"Membaca Buku-Buku yang baik,
berarti memberi makanan rohani yang baik"
(Buya Hamka)
(Buya Hamka)
***
"Aku rela dipenjara, asalkan
bersama buku"
(Bung Hatta)
(Bung Hatta)
***
"Ubah takdir dengan membaca dan
menulis, buktikan ada kah orang-orang besar yang dilahirkan tanpa dengan
membaca dan menulis"
(Suparta Brata)
(Suparta Brata)
______________________________________________________________
Apa kabar?semakin tua kah? 2016...
Ngobrolin tentang tahun baru 2016. Barangkali
kalian punya tradisi tersendiri untuk merayakannya. Termasuk aku. Tahun baru
kali ini, aku memasuki tahun kedua diriku ber-cap “Mahasiswa”. Ada sedikit rasa
aman disitu. Sedikit kataku. Karena masih banyak tanggungan daripada ketenangan
untuk bersantai. Kalau saja teman-teman bisa berkumpul dengan sanak saudara. Aku
tidak. Aku lebih menyendiri dari keramaian. Karena aku memang terbiasa hidup
dengan kesepian. Sepi aku sendiri, begitu kata Dian S. Dalam puisinya. Haha
Maaf, Aku terlalu banyak meracau. Aku terbiasa
meracau. Ngomong sendiri dan tidak penting. Itu lah karenanya aku menulis. Karena
apa? Mereka yang menggugat apa yang aku katakan disini adalah tulisan. Mereka atau bahkan kalian
yang menggugat tulisan ku, sebaiknya gugatlah dengan tulisan. Biar adil. Hadehh,
aku meracau lagi.
Sebenarnya aku ingin bicara ini: Resolusi Tahun
Baru. Buku!
Beberapa bulan yang lalu. November, mungkin. Aku
merampungkan bacaanku karangan Muhidin M. Dahlan dengan judul “Aku, Buku, dan
Sepotong Sajak Cinta”.
Aku menemukan banyak kalimat-kalimat persuasif
yang menyadarkan kalbu dan akalku. Aku seperti dibangunan dari tidur panjangku
mengenai dunia buku. Ya, aku telah dininabobokan gemerlap dunia hedonis- kalau
di dunia ini masih ada buku.
Tahun Baru?
Apa yang kalian pikirkan dengannya?
Lihat kembang api, mercon, begadang, nonton
pilem, liat tipi? Pendapatku, kesemua itu merupakan hal absurd. Tahu kan
artinya “absurd”. Kalau tak tahu, coba deh buka kamus besar bahasa Indonesia.
Bukan munafik, sih. Kalau aku juga lihat kembang
api saat jam 00.00 yang menandai pergantian tahun. Dari 2015 ke 2016. Tapi,
menurutku itu tak menandai adanya perubahan yang mendasar dengan kehidupanku
sebagai mahasiswa!
Aku berpikir bagaimana dengan “aku”. Jika orang-orang
di sekitarku mulai membuat target-target di 2016. Kemudian cara untuk
mencapainya, yang mereka sebut dengan “resolusi 2016”. Bagaimana dengan aku?
Oke kalau begitu, mari kita buat resolusi 2016. Yang
aku namai “Resolusi Buku”
: adalah...
1. Baca buku sebanyak-banyaknya, karena aku sadar semakin ke
sini-2016. Aku semakin sadar sesadar-sadarnya kalau aku belum banyak membaca
buku. Itu aku tahu karena aku belum banyak mengetahui hal-hal yang orang lain
tahu. Kemudian, jika aku berkunjung ke Perpustakaan. Aku baru membaca buku
1/1000-nya. Masih banyak buku yang belum aku baca.
2. Kalau aku sudah sembuh dari rabun membaca dan menulis. Aku juga
harus punya bukunya. Apa, iya aku harus pinjam buku terus-terusan. Tidak kan?
3. Target, beli buku. Kalau hidup sedang se-kere-kere-nya. Mau tidak
mau. Bisa tidak bisa. Aku harus beli buku, minimal 2 buku lah dalam satu bulan.
(aja eman tuku buku)
4. Menulis! Aku belum terlalu bisa menulis. Lihat saja, belum ada
tulisanku yang dimuat di media. Bagiku menulis dan dimuat media adalah
kebanggan tersendiri. Bukan karena bisa pamer. Tidak, sekali pun tidak. Karena bagiku,
dengan menulis dan dimuat artinya, aku menulis untuk orang lain. Bukan untuk diri
sendiri.
Demikian, karena ada kepentingan yang tidak bisa
ditinggal saat aku menulis ini. Maka aku post sekalian saja. Dan aku buat
tulisan ini sebagai tulisan bersambung. Masih ada lanjutanya. Tunggu sebentar
ya...
#to-be-continue ... :D
Selamat ber-tanggal- 1
Selamat Ber-Januari- :D
Selamat Djajan Boekoe, selamat Djajan Ilmoe...
haha




0 komentar:
Posting Komentar