ANTARA SUSAH,PRIHATIN DAN SUKSES
Saat kita sedang kesusahan di pondok. Itulah masa di mana jalan kesuksesan kita nanti. Aneh bukan, susah jadi sukses. Memang begitu kenyataanya. Susah di sini di maksudkan kepada kita yang susah belajar, susah menyelesaikan tugas, susah bersaing dalam kompetisi dan susah atas kebajikan. “ setiapa ada kesulitan di situ pula ada kemudahan” . kalau kita berusaha, kita pasti bisa menyelesaikan masalah-masalah yang kita anggap susah tadi. Huznudzonlah terhadap apa yang akan terjadi nanti. Itulah salah satu cara meyakinkan diri kita , bahwa kita bisa menyelesaikan masalah sesuai dengan husnudzon kita tadi.
Di masyarakat
kita lihat tak sedikit lulusan pondok pesantren yang menjadi sukses. Diantaranya ada yang menjadi kyai,ada
yang berprofesi sebagai guru ,dosen,dokter,tni,petani, dan masih banyak lagi.
Mereka-mereka yang sukses tadi , pasti pernah merasakan apa prihatin itu.
Mereka diajarkan prihatin di pondok agar mereka sadar,mengerti,tau, bahwa
banyak dari mereka yang kurang beruntung di banding yang ada di luar sana. Keprihatinanlah
perenan yang terpenting dalam kesuksesan. Ada cerita teman kita yang tertolong
oleh keprihatinan. Awalnya dia adalah anak yang bisa di bilang bodoh . saat
yang lainya hanya belajar 1-2 kali bisa paham, dia harus 4-6 kali baru bisa
paham.tetapi dibalik kebodohanya dia adalah pribadi yang rajin,rajing
ngeji,rajin sekolah,selalu ta’dzim (hormat pada gurunya/ yang lebih tua)
,ramah,dan murah senyum,uang saku yang di milikinyapun bisa di katakan kurang
dari cukup,terlebih lagi dia hanya punya pakaianseragam 3 setel dan tak pernah beli baru. Sampai-sampai
warnanya agak luntur dan kusam. Semua
itu dia terima apa danya. Yang menjadi kelebihanya lagi yaitu kesabaranya. Di
pondok dia hanya merasakan keprihatinan. Dia prihatin terhadap apa yang ada di
pondok. Sampai suatu saat tiba waktunya dia kelas 3 smp . dia harus mengikuti
UASBN . hmmm saat ujian berlangsung betapa kasihanya dirinya, dia tak satupun
paham dengan soal-soal yang ada di hadapanya tetapi, dia jawab soal-soal dengan
jwaban sekenanya yang dia anggap benar. Setelah UASBN berakahir . daia masih
prihatin. Prihatin disini maksudnya “mempeng”, mempeng ngaji,mempeng jama’ah . pengumumam kelulusanpun di bagikan
lewat amplop. Semua temanya yang ada disampingnya ikut khawatir akan tidak
lulus dan mereka turut berdo’a aga kawanya itu bisa lulus. Dan Alhamdulllilah
ternya dia bisa lulus dengan nilai terbaik. Guru-guru dan teman-temanya ikut
bahagia bercampur rasa tidak percaya. Itulah sekilas cerita sebagai bukti bahwa
prihatin adalah bagian yang tak bisa di pisahkan dari jalan kesusksesan.
Nah kalau sudah
tau pentingnya prihatin di pondok itu seperti apa. Sekarang tinggalkanlah
kebahagiaan yang berlebihan yang tidak
ada gunanya. Seperti hura-hura,konvoi motor,berboros-boros uang dan sebagainya.
Tentang
kesuksesan di pondok. Sukses juga bisa berasal dari kontak anta kita dan orang
tua. Saat dirumah para orang tua bekerja keras tanpa lelah dan berusaha mencari
uang untuk kita. Oleh karena itu, apakah kita tak kasihan terhadap orang tua kita ?. mereka dirumah berharapa
dan berdo’a agar kelak kita akan menjadi
manusia yang sesusai lulusan pondok pesantren. Tapi disisi lain , banyak
diantara kita yang bermalas-malasan,berhura-hura menghamburkan uang salku,dan
menyelewengkan uang SPP dari orang tua. Apakah kita seperti itu ? semoga saja
tidak.
Perlu kita
ketahui, apa yang kita lakukan atau kerjakan di pondok mempengaruhi datangnya rezeky pada orang tua
di rumah. Hlo kok bisa ?, ya semua itu bisa terjadi karena, saat kita di pondok
rajin belajar,rajin jama’ah,tak pernah melanggar tata tertib pondok.
Disitulah letak rezeky orang tua akan
lancar. Berbeda dengan kita yang bermalas-malasan dan suka berhura-hura. Maka
rezeky orang tua akan terhambat. Kalau sudah tau begini. Sekarang kita harus
lebih rajin. Rajin dalam semua hal positif dan selalu prihatin. Semoga pa yang
kita cita-citakan tercapai !. terus semangat dan pantang menyerah man jadda
wajada !

0 komentar:
Posting Komentar