Unordered List

Perfect World Online Spear Thingy
Belajar menjadi seorang Ayah dari sekarang, karena tidak ada sekolah Ayah di dunia ini!

Kamis, 27 Februari 2014

Puisi di Majalah Gradasi semarang, Bulan Juni



Pemuda Indonesia
Bacalah Pesanku
                                                                                                                                          
Sepanjang mata memandang
Semua milik kita
Sejauh kaki melangkah
Jejak adalah kekuasaan
Kami anak muda
Selamatkan aset bangsa
Tinggal di bumi pertiwi
Beribu pulau adalah fakta
Bukan kami sombong
Atau tipuan belaka
Laut jadi pengisi perut
Pribadinya hilang di dasar laut
Tenggelam di samudra bangsaku
Melabuh ke pinggir hutan
Lalu kami berjumpa dengan mereka
Dan mereka titipkan salam dan pesan untuk kita

                “Ambilah gadingku, aku lebih ikhlas, ketimbang kau ambil hutanku,aku kawanku kan marah tak berumah”
                “Aku rela buluku di cabuti dan kau buat hiasan perapian ataupun sesukamu. Asal jangan kau cabut hutanku, aku disini hanya bisa menangis kedinginan”
Hembuskan nafas mengangguk
Lanjutkan perjalanan  Sepanjang mata memandang
sejauh kaki melangkah
Ini adalah kita,mereka dan aku
Mengucap janji soempah pemoeda
Dikala senja
Hormat pada SANG MERAH PUTIH
Tanah air INDONESIA yang ku banggakan

0 komentar:

Posting Komentar