Unordered List

Perfect World Online Spear Thingy
Belajar menjadi seorang Ayah dari sekarang, karena tidak ada sekolah Ayah di dunia ini!

Kamis, 27 Februari 2014

puisi yang dimuatdi buletin pawon edisi bulan juni

Puisi Ahmad Alfi

“Pengembaranku,Ujian”

Imajiku mengembara. Melayang diatas angan-angan. Ketika akal tak mampu berkutat dengan rumus dan angka. Dua puluh pasang mata terbelalak. Tak percaya dengan apa yang sekarang ada di depan-nya. Kami linglung,bingung ketika dihadapkan selembar nyawa. Kertas sebagai penentu hidup atau mati. Kertas sebagai penimbang atas apa yang dikerjakan tiga tahun lalu. Kepala terasa berat, huh berat sekali. Tanganku kaku,kesemutan,kedinginan. Leher pun tak mampu menyangganya. Mungkin karena beban pikiran yang terus menghantui. Seakan pertanyaan-pertanyaan yang aku tak mampu menjawabnya akan membunuhku dari belakang. Menusukmenerjang sampai hilang tak tersisa.

Imajiku terus mengembara. Mencari jawaban terbaik. Logika dan penalaran ikut berjuang memutar Dunia dari seluruh penjuru mata angin. Kedipan mata terasa berharga. Pandangan tajam menyapu sekeliling ruangan. Mengamati,mengintai secara diam-diam. Hahaha dia tertipu! Dua puluh pasukan tempur. Membara semangatnya. Hingga panas ruanganya. Keringat bercucuran,mengalir deras se-isi ruangan.

Imajiku mengembara jauh. Lima menit sebelum perang selesai. Pensil yang ku gunakan sebagai tombak, Terus berjuang mengejar waktu. Menembus langit ketujuh. Menculik dewa keberuntungan. Hingga sampai pada saatnya lonceng telah di pukul. Suaranya menggema Di Angkasa. Sebuah Do’a terakhir pun ku panjatkan. Sebelum keluar dari area pertempuran. Tatapan mata kosong. Tangan tertengadah.

“semoga hasil perjuanganku dalam pertempuran kali ini memuaskan,Ujian 2013”


0 komentar:

Posting Komentar