Puisi
Ahmad Alfi
“Pengembaranku,Ujian”
Imajiku
mengembara.
Melayang diatas angan-angan. Ketika akal tak mampu berkutat dengan rumus dan
angka. Dua puluh pasang mata terbelalak. Tak percaya dengan apa yang sekarang
ada di depan-nya. Kami linglung,bingung ketika dihadapkan selembar nyawa.
Kertas sebagai penentu hidup atau mati. Kertas sebagai penimbang atas apa yang
dikerjakan tiga tahun lalu. Kepala terasa berat, huh berat sekali. Tanganku
kaku,kesemutan,kedinginan. Leher pun tak mampu menyangganya. Mungkin karena
beban pikiran yang terus menghantui. Seakan pertanyaan-pertanyaan yang aku tak
mampu menjawabnya akan membunuhku dari belakang. Menusukmenerjang sampai hilang
tak tersisa.
Imajiku
terus mengembara.
Mencari jawaban terbaik. Logika dan penalaran ikut berjuang memutar Dunia dari
seluruh penjuru mata angin. Kedipan mata terasa berharga. Pandangan tajam
menyapu sekeliling ruangan. Mengamati,mengintai secara diam-diam. Hahaha dia
tertipu! Dua puluh pasukan tempur. Membara semangatnya. Hingga panas ruanganya.
Keringat bercucuran,mengalir deras se-isi ruangan.
Imajiku
mengembara jauh. Lima menit sebelum perang
selesai. Pensil yang ku gunakan sebagai tombak, Terus berjuang mengejar waktu.
Menembus langit ketujuh. Menculik dewa keberuntungan. Hingga sampai pada
saatnya lonceng telah di pukul. Suaranya menggema Di Angkasa. Sebuah Do’a
terakhir pun ku panjatkan. Sebelum keluar dari area pertempuran. Tatapan mata
kosong. Tangan tertengadah.
“semoga
hasil perjuanganku dalam pertempuran kali ini memuaskan,Ujian 2013”
0 komentar:
Posting Komentar