Selamat pagi…
Pagi ini tak ada lembaran-lembaran rindu yang tertulis. Sebab,
kita sedang sama-sama menatap layar gawai mengamati bagaimana dunia ini berjalan,
berkembang, dan memoles dirinya.
Pagi ini tak
ada kopi yang mendinginkan isi kepala. Pagi ini tak ada secangkir teh yang
menjernihkan anganku. Kita melangkah menengok ke jendela sebentar lalu hilang. Setiap
nafas yang terhembus adalah kenikmatan ruhani, bersamamu.
Selamat pagi…
rutinitas pagi menyambut pagimu. Aku harap ini bukanlah apa-apa yang sedang
ditanam. Sampai akhirnya kita sadar tak pernah kehilangan apapun yang
sebenarnya tidak aku tanam.
Burung
berkicau, tanda setia pada pagi
Puisi tak
menyalamatkan apapun selain kata-kata. Kamu masih saja bertanya apa saja
pertanda dan penanda. Syair.
Burung-burung terbang untuk pergi dan kembali.. Ku harap setia pada pagi itu
tak sulit.
Gerimis Pagi, Solo, 12 Februari 2018

1 komentar:
Bagaimana kopi bisa mendinginkan isi kepala?
Posting Komentar