Unordered List

Perfect World Online Spear Thingy
Belajar menjadi seorang Ayah dari sekarang, karena tidak ada sekolah Ayah di dunia ini!

Selasa, 28 Maret 2023

Aku Sebut Ini Adalah Puisi Yang Hilang

 

Dinding-dinding terasa dingin. Lebih dingin dari ucapan dan senyum yang terlukis di wajahmu. Lantai-lantai tak kalah licin, menjebak setiap kaki dan kalimat yang belum sempat terucap. Ada apa denganmu? Melihatmu mencoba izin undur diri dari panggung sandiwaramu sendiri. Apa kamu (sejak awal ) tidak menyadari bahwa kita telah berada di ruang raung kepalsuan (yang kamu buat)? Kamu adalah catatan yang belum, atau bahkan tidak akan kutulis di buku biruku.  Menelan ludah sendirinya dan kamu tatap kebohongan dalam-dalam pada dirimu.

Kamu tak akan kehilangan apa-apa, sebab kita belum menanam apa-apa. Hari-hari berjalan lebih cepat dari biasanya. Masih ada anak-anak yang sering bertanya kenapa Senin ke Minggu begitu lama, tapi Minggu ke Senin begitu dekat sekali. Begitulah mereka menanyakan ketidakmungkinan yang pasti. Mereka lebih sering menjalani hari-hari dengan bermain petak umpet dengan sadar. Ya, mereka memainkannya dengan kejujuran. Kamu kebohongan.

Aku sebut ini adalah puisi yang hilang. Dan akhirnya berhasil ketemukan. Ia menyelinap di antara jari-jemarimu yang lentik. Mewujud dalam kehalusan perkatan dan bias tatapmu. Hilang itu menyenangkan, hanya kamu. Segera saja kuakui, ada satu hal yang terlewat darimu dan diriku…

 

Solo, 11 Februari 2018   

0 komentar:

Posting Komentar